Kelas Industri Telkom dan Laboratorium Fiber Optik Smeksaka
Launching Laboratorium Fiber Optik dan Program Kelas Industri Telkom untuk kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan

Gambar : Launching Lab FO dan Kelas Industri Telkom
Kalibawang. Tujuan pendidikan SMK sampai saat ini masih belum tercapai secara maksimal. Kenyataan ini dapat dilihat masih banyak lulusan SMK yang tidak mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bidang keahliannya, dan menyebabkan angka pengangguran cukup tinggi. Data pengangguran dari unsur lulusan SMK masih tergolong tinggi meskipun dalam beberapa tahun ini mulai menurun. Rendahnya keterserapan lulusan SMK tidak lepas dari kompetensi lulusan SMK. Rendahnya kompetensi lulusan dipengaruhi olef faktor kompetensi guru, fasilitas pembelajaran di SMK dan kerjasama antara SMK dan industri. Dalam rangka meningkatkan kompetensi lulusan SMK, sebagai salah satu alternatif SMKN 1 Kalibawang melakukan Kerjasama dengan industry Telkom dalam program Kelas Industry.
Kelas industri merupakan bagian dari program pembelajaran alternatif yang merupakan pilihan bagi peserta didik untuk belajar sambil praktik langsung dengan Dunia Usaha/Industri yang relevan dengan minat studinya. Program kelas industri disusun bersama antara sekolah dan dunia kerja dalam rangka memenuhi kebutuhan peserta didik dan sebagai kontribusi dunia kerja terhadap pengembangan program pendidikan di SMK. Dengan kelas industri peserta didik dapat menguasai sepenuhnya aspek-aspek kompetensi yang dituntut kurikulum, disamping itu mengenal lebih dini dunia industri yang menjadi bidang keahlianya yang kelak dapat dijadikan bekal untuk bekerja setelah menamatkan pendidikannya.
Selasa. 5 Oktober 2021 SMKN 1 Kalibawang melaunching Laboratorium Fiber Optik dan Program Kelas Industri Telkom untuk kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan. Program kelas industry ini dimulai tahun 2021, dengan program peningkatan guru kejuaran melalui TOT Fiber Optik dan Kurikulum Industri diharapkan guru dapat menjadi fasilitator bagi peserta didik.
Sebagaimana yang disampaikan Amin Nurita FA, ST, M.Pd selaku Kepala SMKN 1 Kalibawang bahwa SMK itu harus mampu menjalin link and match dengan industri sesuai dengan kompetensi keahlian yang dimiliki masing-masing SMK. Sinkronisasi kurikulum bukan hanya di atas kertas tetapi harus diimplementasikan dalam pembelajaran di SMK, budaya industry menjadi wajib bagi SMK agar anak terbiasa dengan budaya industry. Peningkatan kompetensi guru jadi program wajib SMK agar guru terus update mengikuti perkembangan industry.
Kami berharap agar Langkah kecil kami ini bisa jadi salah satu ikhtiar kami agar bisa memfasillitasi dan meberi yang terbaik untuk peserta didik kami ungkap Amin Nurita FA.
Program Kelas Industri SMKN 1 Kalibawang mendapat support penuh dan dukungan dari Dwi Yuliati Mulyaningsih, S.Pd, M.Pd selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX dan berharap Telkom untuk tetap mendampingi program Kelas Industri di SMKN 1 Kalibawang.





